Archive for October, 2006

rasional dan logis

Sunday, October 22nd, 2006

“omongan lu sangat tidak rasional!”
“omongan lu sangat tidak logis!”

Rasional, kata dasarnya adalah rasio. Rasio (dalam matematika) berarti sebuah bilangan yang membuat keseluruhan deret bilangan menjadi runtut. Misalnya 1, 2, 4, 8, 16, …dst. Kita bisa tau kelanjutan deret tersebut dari pola yang dibuatnya, contoh: 2 didapat dari 1×2, 4 didapat dari 2×2, 8 didapat dari 4×2. Ada sebuah pola yang teratur disana yaitu semua bilangan berikutnya adalah bilangan sebelumnya dikalikan dengan 2. Berarti rasionya 2. jika deret tersebut berubah, misalnya 1, 2, 4, 7, 14, ..dst maka berarti ada rasio yang tidak konstan sehingga deret tersebut tidak memiliki pola runtutan yang jelas.
Rasio adalah pola yang runtut. Seseorang dikatakan rasional jika pemikirannya memiliki pola yang runtut. Runtut berarti ada sebab ada akibat.

Logis, kata aslinya adalah logika. Logika berarti suatu hal atau kemungkinan yang dapat diakui oleh akal akan kebenarannya.

Pikiran rasional, berarti ada sebab dan akibat. Hubungan sebab dan akibat harus bisa dijelaskan secara logis. Rasional merupakan rangkaian peristiwa sebab-akibat, berarti rasional adalah rangkaian logika yang saling berurutan.

Tapi gimana kita bisa tau suatu pernyataan dikatakan logis atau tidak? A lapar. A belum makan. A belum makan karena lapar. Logis ga? Nggak! Koq tau? Untuk membuktikannya kita akan coba menjelaskan mekanisme lapar dan hubungannya dengan peristiwa makan. Penjelasan itu akan memiliki banyak sebab-akibat. Berarti untuk membuktikan suatu pernyataan logis atau tidak, kita akan mencoba merasionalkan pernyataan itu. Kalo ga rasional berarti ga logis.

Kita tau suatu pemikiran itu rasional dari logis tidaknya hubungan sebab-akibat. Tapi statement dikatakan logis kalo bisa dirasionalkan.

Koq jadi muter-muter gini ya? Ada penjabaran gw yang ga rasional ya?

DAMAIroom, 21 oktober 2006

Bergas bimo branarto

filsafat

Sunday, October 22nd, 2006

Filsafat, secara harfiah artinya adalah “cinta akan kebijakan”. Kebijakan, diambil dari kata dasar bijak. Seseorang disebut bijak jika orang itu memandang sesuatu hal secara objektif. Objektif berarti tidak memihak atau dengan kata lain memandang suatu masalah dari sisi luar masalah itu, tidak menempatkan diri pada subjek maupun objek masalah.

Saat seseorang memiliki suatu pegangan, maka orang tersebut dikatakan telah memihak.

Seorang filsuf adalah orang yang berfilsafat. Dengan gambaran di atas tadi, bisa disimpulkan bahwa filsuf menempatkan diri secara objektif, tidak memihak.

Banyak orang bilang bahwa orang yang bijak adalah orang yang punya prinsip, punya pegangan. Padahal dengan memiliki pegangan berarti orang itu tidak objektif. Tidak objektif berarti tidak bijak. Nietzsche berkata bahwa orang memandang filsuf sebagai orang yang sering atau mudah kehilangan pegangan.

Berarti menurut kebanyakan orang filsuf tidak bijak dong? Padahal filsuf kan orang yang berfilsafat, dan filsafat berarti cinta akan kebijakan..

DAMAIroom, 21 oktober 2006

Bergas bimo branarto

Tuesday, October 17th, 2006

CERMIN

Kutemukan diriku

Di balik pantulan sebuah cermin

Kupandangi diriku

Yang memandangi sebuah cermin

Cermin yang bukan milikku

Dan bukan diriku di dalam cermin itu

Ini cerminnya

Dan ini pantulannya

Aku sedang memandanginya

Aku masuk ke dalamnya

Kembali kupandangi diriku

Dalam pantulan sebuah cermin

Kupandang diriku memandangnya

Dalam pantulan cerminnya

Ini bukan cerminku

Tapi ada aku di dalamnya

Ini adalah pantulannya

Dimana aku melihat pantulanku

Mataku mencari matanya

Mungkin matanya mencari mataku

Mataku menemukan mataku padanya

Mungkinkah matanya adalah mataku?

DAMAIroom 120906

bergas bimo branarto

help

Tuesday, October 17th, 2006

Menolong orang lain adalah hal yang sangat baik dan udah seharusnya kita lakukan. Tapi apa sebenernya parameter ‘menolong’ itu?

Menolong berarti kita membantu orang lain melakukan hal yang tidak dapat dikerjakannya sendiri. Orang melakukan pekerjaan untuk memperoleh tujuannya.

Seorang guru selalu ngelarang muridnya untuk nyontek dan ngasih contekan, dengan alasan kalo muridnya ngasih contekan ke temannya berarti dia menjerumuskan (tidak menolong) temannya itu. Dan untuk menolong temannya berarti harus dengan membiarkan temannya itu berusaha sendiri.
(Misal : murid 1=A, murid 2=B)

Ada yang aneh tuh. Istilah menolong berarti membantu orang lain memperoleh tujuannya. Kalo tujuan B sekolah adalah sekedar untuk dapet nilai dan ijazah, jika A ngasih contekan, berarti A menolong B. Kalo tujuan B adalah untuk nyari ilmu, berarti A emang salah kalo ngasih contekan.

Balik lagi ke soal parameter menolong. Jika menolong adalah berdasarkan tujuan, tujuan siapa yang dipake? Tujuan orang yang minta pertolongan atau tujuan orang lain? Menurut B, yang penting dia dapet nilai dan ijazah, masalah ilmu bisa dia dapet dari kehidupan. Tapi menurut si guru, sekolah itu untuk cari ilmu. Kalo si A sih netral-netral aja.

Salah ga kalo A ngasih contekan?

1. (lupain semua peraturan yang ada, karena peraturan dibuat untuk membantu kelancaran sistem, berarti bukan murid matuhin apa pun peraturannya tapi peraturan harus dibuat adil untuk kepentingan dan tujuan tiap muridnya)
2. (semua orang punya pemikiran sendiri-sendiri dan tiap orang juga tau yang terbaik untuk dirinya sendiri)

DAMAIroom, 14 oktober 2006

Bergas bimo branarto

share

Tuesday, October 17th, 2006

Kenapa kita bisa
tau bahwa kita hidup?

Karena ada orang
lain yang mengakui keberadaan kita.

Kenapa kita tau
orang lain mengakui keberadaan kita?

Karena kita
berinteraksi dengan orang lain.

 

Interaksi terjadi
karena kita saling memberi. Ngobrol berarti kita saling memberi cerita, diskusi
berarti saling memberi pendapat, berkelahi berarti saling memberi pukulan,
debat berarti saling memberi bantahan dan pembenaran. Selalu ada saling
memberi. Berarti kita harus bisa memberi
sesuatu kepada orang lain di sekitar kita.

 

Bayangin si A
berdiri diam di pojok ruangan, ruangan itu diisi beberapa orang yang saling
ngobrol. Awalnya orang-orang ga akan merhatiin si A karena A tidak memberi sapaan atau hal apa pun
kepada orang-orang yang ada di sana. Tapi lama-lama orang-orang akan menyadari
kehadiran A karena mereka mungkin merasa penasaran dan/atau curiga pada si A
yang terus diam. Mereka menyadari keberadaan A karena si A memberi mereka rasa penasaran atau rasa curiga karena sikapnya.

 

Kita hidup karena
pengakuan dari orang lain. Pengakuan diperoleh dari memberi. Berarti kita hidup
karena memberi, sehingga untuk bisa terus hidup kita harus terus memberi. Dan
kita jelas ingin hidup, berarti harus memberi. Kesimpulannya kita hidup untuk
memberi.

 

Seandainya ada
orang lain yang butuh kita secara keseluruhan, berarti kita juga harus
memberikan hidup kita? Sama ga sih “hidup untuk memberi” dengan “memberikan
hidup kita”?

 

 

DAMAIroom, 14
oktober 2006

 

Bergas bimo
branarto

manusia dan tuhannya

Sunday, October 8th, 2006

Atom adalah bagian terkecil dari suatu benda. Ada suatu energi yang menggerakkan atom-atom pada suatu benda. Di dalam atom itu pun terdapat partikel-partikel bermuatan yang juga bergerak berotasi terhadap pusatnya.

Yang aku tangkep sih kesannya atom-atom itu seperti tata surya. Mari kita bayangkan, satu atom adalah satu sistem tata surya, dimana ada galaksi-galaksi. Di dalam satu galaksi terdapat bintang, planet dan benda-benda langit lainnya. Di dalam salah satu planet itu ada mahluk seperti kita yang namanya ‘anusia’.

‘anusia’ bertingkah laku seperti kita, punya emosi, punya pikiran. ‘anusia’ menggunakan pikiran mereka dan juga mengakui adanya satu energi yang sangat berpengaruh pada kehidupan mereka, sebagai tuhan mereka. Bayangkan kehidupan mereka, planet mereka, galaksi mereka, berada pada satu atom yang menyusun tubuh manusia. Bayangkan atom itu adalah atom penyusun upil.

Berarti ada mahluk seperti kita, dengan ukuran sangat kecil, berada di dalam upil kita. Jika kita ngupil, sesuatu akan terjadi pada mereka. Jika kita mengeluarkan upil kita dari hidung, sesuatu akan terjadi pada mereka. Demikian pula jika kita membuang upil itu. Semua yang kita lakukan berpengaruh pada mereka. Mereka tidak tahu siapa kita, tapi mereka merasakan energi kita yang menghasilkan perubahan bagi mereka. Mereka menganggap tuhanlah yang mengatur, padahal ternyata kita yang mengatur. Kita adalah tuhan bagi mereka.

Mungkin ga kalo kita (manusia) ternyata berada dalam posisi yang sama dengan ‘anusia’? tata surya kita (yang masih belum jelas) ternyata merupakan bagian penyusun upil sebuah mahluk yang selama ini kita anggap sebagai tuhan, padahal mahluk itu pun merupakan bagian dari upil sebuah mahluk yang lebih besar lagi.

Yang pasti manusia tidak lebih sempurna daripada ‘anusia’, hanya ukuran manusia lebih besar aja. Dan karena kebetulan ‘anusia’ berada dalam upil kita, makanya kita menganggap ‘anusia’ sebagai mahluk yang lebih rendah dari kita. Kalo aja ‘anusia’ merupakan bagian penyusun otak kita, kita pasti akan menganggap ‘anusia’ sangat hebat dan tanpa ‘anusia’ kita tidak akan bisa berpikir dan berkegiatan, sama aja kaya mahluk mati.

Siapa tau manusia adalah bagian dari bagian penyusun sel otak ‘tuhan’?

DAMAIroom, 8 oktober 2006

Bergas bimo branarto

Sunday, October 8th, 2006

Kenapa kuliah? Biar memudahkan untuk kerja.
Kenapa kerja? 1. Biar bisa kaya.
                        2. biar smua kemampuan bisa tergunakan

1. Kenapa harus kaya?
       1.1 biar hidup nyaman.
                 kenapa harus hidup nyaman?

       1.2 biar bisa berbagi sama yang kurang mampu.
kenapa harus berbagi sama yang kurang mampu? biar ga ada kesenjangan.
kenapa harus ga ada kesenjangan? Biar semua orang bisa hidup nyaman.
kenapa semua orang harus hidup nyaman?

2. kenapa kemampuan harus tergunakan? Karena udah dikasih
       Kenapa harus dikasih? Biar memudahkan kehidupan
       Kenapa kehidupan harus mudah? Biar nyaman
       Kenapa harus nyaman?

Nyaman tuh apa sih?

DAMAIroom, 6 oktober 2006

bergas bimo branarto

lagi pengen nulis

Monday, October 2nd, 2006

Lagi pengen nulis.. enaknya nulis apa ya?

Tentang kemahasiswaan. Pasti ujung-ujungnya ntar mbahas soal pemilu HIMAFI yang terancam dualisme (sukses dan gagal sekaligus). Atau lokakarya kemahasiswaan ngomongin perlu atau nggaknya kabinet KM dipertahankan. Atau nyambung ke masalah institut yang berstatus BHMN. Atau soal apatisme mahasiswa-mahasiswi Institut Taman Bermain. Btw, ntar mesti njelasin lagi apa itu apatisme… atau yang lebih parah lagi kalo nyangkut ke masalah akademis, bahaya…

Tentang kenegaraan. Kira-kira bakal ngebahas tentang lumpur Lapindo, tapi ntar repot lagi nyari datanya.. kalo ngebahas tentang korupsi udah bosen dan ga jelas mau nyalahin siapa.. ngomongin demokrasi udah pernah. Ngomongin komunisme (mentang-mentang udah tanggal 30) juga udah bosen.. ngomongin kudeta udah dipikirin orang thailand.. tentang sistem pendidikan yang masih nyari jati diri, kayanya sih ntar bakal nyambung ke soal BHMN juga, soalnya gw ga tau tentang anak sekolah.. ah itu mah ntar masuknya ke kemahasiswaan…

Tentang eksistensialisme. Halah, filsafat gituan nyapein doang, ntar ujung-ujungnya juga ngomongin tuhan..

Tentang teknologi. Kayanya seru nih, tapi mau mbahas apa? Kaya ga nyadar aja gaptek! Soal otomotif gw cuma tau kalo sekarang lagi dikembangin mobil hibrida, nyangkok mobil biar ntar beranak sendiri.. oya, tentang sepeda aja.. jadi ceritanya gw lagi nyari sepeda gunung yang harganya 300ribuan, framenya pake per, garpu depan juga pake per, rem depan belakang cakram, velk carbon, ban radial yang alurnya keren.. ada gitu sepeda gituan 300ribu? Ngarang… oya kamera digital! Jangan deh ntar kepikiran kamera gw yang ga bisa nyala…

Tentang cewek. Waaahhh, kalo soal ini mah seribu satu malem mbahasnya, lagian ntar isinya sensor semua, percuma juga deh…

Tentang kesehatan. Apa ya? Yang pasti perokok pasif punya resiko lebih bahaya daripada perokok aktif. Eh, tadi samsoe gw mana yak? Tunggu, kesehatan identik juga sama olahraga, ntar keinget sepeda lagi… kalo gitu jangan olahraga, tapi keringet. Ah, ntar sensor lagi… oya, flu burung! Ah, ntar inget sangkar besi jadi inget OSKM, kemahasiswaan lagi dong, males ah! Btw, burung koak makannya apa yak? Trus koq tainya banyak banget, berarti dia makannya banyak juga.. tainya bau banget lagi, ngalahin bau tai kuda!

Tentang kejadian hari ini. Halah, isinya nyampah doang! Lagian ntar keinget kalo gw ga bisa tidur lagi sekarang.. udah jam 03.35 nih, masih seger… trus kalo kepikiran pemilu gimana? Nambah pikiran lagi ntar, ga usah lah…

Ah, ga jelas gini… ntar aja deh nulisnya…

DAMAIroom, 30 september 2006

Bergas bimo branarto

kentut

Monday, October 2nd, 2006

Kentut. Proses ngeluarin gas dari dalam tubuh melalui anus. Kentut melambangkan kesehatan, berarti ga ada gas yang terjebak di dalam tubuh, tapi kenapa sering dipermasalahkan karena dianggap ga sopan?

Kentut berbunyi karena anus masih rapat sehingga saat ada aliran gas yang lewat, gerbang anus menimbulkan getaran dengan frekuensi cukup tinggi. Makin rapat anus, maka makin tinggi frekuensi yang dihasilkan, menghasilkan nada yang makin tinggi juga. Orang-orang sering diketawain karena kentutnya bunyi, hal itu aneh karena orang-orang seharusnya menghargai orang yang kentutnya bunyi. Selain menunjukkan orang itu masih “sehat”, kentut bunyi juga menunjukkan bahwa si orang yang kentut berani mengakui dirinya mengeluarkan gas.

Orang-orang yang kentutnya ga bunyi lah yang harusnya ditertawakan, hal itu membuktikan kalo dia “hardcore” (anus terlalu lebar untuk menghasilkan getaran). Selain itu si pengentut juga ga berani mengakui dirinya mengeluarkan gas, tapi merugikan orang lain di sekitarnya dengan menebarkan kebusukan.

Ada perbedaan antara bunyi kentut orang Indonesia dengan orang bule. Orang Indonesia bunyinya “du…t” makanya namanya ‘kentut’, kalo orang bule bunyinya “pre…tt” makanya namanya ‘fart’.

Maap, ga penting.. ga bisa tidur nih, lagi masuk angin juga kayanya…

DAMAIroom, 30 september 2006

Bergas bimo branarto

demokrasi

Monday, October 2nd, 2006

Sistem demokrasi adalah suatu sistem yang sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia. Ada kebebasan bicara, bebas berpendapat. Tapi rawan terhadap munculnya masalah (baca tulisanku yang berjudul anarki). Masih perlukah sistem demokrasi dipertahankan di Indonesia?

Beberapa orang nasionalis yang kutanya menjawab bahwa sistemnya sudah bagus dan harus dipertahankan, hanya orang-orang yang melaksanakannya saja yang merusak.

Dalam sistem demokrasi, berarti pelaksananya adalah seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak suara. Berarti seluruh warga negara Indonesia adalah bagian dari sistem, mereka adalah penggerak sistem. Jika dikatakan sistemnya sudah bagus berarti oknum-oknum yang ada di dalamnya telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

Dalam pelaksanaan sistem demokrasi di Indonesia, tidak berarti rakyat menyuarakan suara pada pemerintahan yang ada, tapi menggulingkan pemerintahan yang ada dan menggantinya dengan pemimpin baru yang memiliki tujuan sama dengan kelompok tertentu. Dalam kasus seperti ini, yang aku lihat adalah Indonesia butuh seorang tokoh pemimpin yang kuat.

Demokrasi menerapkan pemerintah yang mewujudkan aspirasi rakyat, berarti pemimpinnya adalah rakyat. Dengan banyaknya pemikiran dari masing-masing warga negara (yang dalam pelaksanaannya saling menjatuhkan) berarti sistem pemerintahan akan terus terombang-ambing dan tidak maju-maju. Tapi hal itu tidak akan terjadi jika negara dipimpin oleh satu orang yang kuat dan konsisten. Perlu ada struktur kepemimpinan yang jelas dan keputusan harus berada di satu orang.

Aku tidak mengatakan bahwa aku mendukung kepemimpinan otorisasi militer. Aku hanya menganggap bahwa pemerintahan seperti itu akan mempermudah pelaksanaan sistem pemerintahan. Yang paling kita butuhkan adalah pelaksanaan yang bagus, bukan sekedar sistem yang memiliki konsep bagus tapi buruk dalam pelaksanaan.

DAMAIroom, 29 september 2006

Bergas bimo branarto