culture

Seorang teman pernah nanya pendapatku tentang akar penyebab lemahnya SDM di Indonesia. Kujawab bahwa menurutku hal itu disebabkan oleh kultur yang salah sehingga menyebabkan kesalahan pola pikir dan akhirnya merembet kemana-mana. Dia mengatakan penyebabnya adalah kualitas pendidikan yang buruk dan tidak merata.

Indonesia terkenal dengan sumber daya alam yang makmur, tanah subur, daerah tropis sehingga memungkinkan banyaknya ragam tanaman. Dengan menanam tanaman yang bisa dijadikan makanan, memelihara ternak yang bisa dimakan, orang Indonesia tidak perlu bersusah payah bekerja untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Dan karena keadaan seperti itu merata di berbagai tempat, orang Indonesia tidak merasa perlu untuk lebih meningkatkan kualitas hidupnya. Kasarnya sih, “asal bisa hidup ya udah.”.

Keadaan seperti itu berlangsung turun temurun dan hingga kini masih banyak daerah di Indonesia yang masih menerapkan kehidupan seperti itu.

Di beberapa kota besar keadaannya telah berubah. Tontonan tentang kemewahan dan gaya hidup orang barat banyak diperoleh melalui televisi dan lingkungan, sehingga orang-orang yang hidup di kota itu pun terpacu untuk mengikuti gaya hidup mereka yang serba teknologi.

Karena teknologi membutuhkan biaya lebih untuk mendapatkannya, maka untuk mengejar itu mereka akan berusaha lebih keras. Mereka belajar selain untuk mendapat ilmu, mereka juga memerlukan ijazah agar bisa bekerja di tempat yang bisa memberikan gaji tinggi. Hal itu mengakibatkan tingginya persaingan di bidang pendidikan di daerah itu, sehingga kualitas pendidikan pun akan ikut terpicu. Hal itu juga yang menyebabkan pendidikan di Indonesia tidak merata.

Dari gambaran tadi, aku menyimpulkan bahwa titik awalnya adalah kultur (adat) lalu meluas ke pergaulan dan gaya hidup, lalu berkembang ke pendidikan yang tujuannya untuk meningkatkan status ekonomi.

Pendidikan bukanlah hal yang konstan. Pendidikan berkembang sesuai kebutuhan, jika kebutuhan tidak meningkat maka pendidikan pun tidak akan meningkat.

Kultur yang enggan bersaing dan bekerja keras mengakibatkan kebutuhan yang tidak meningkat sehingga pendidikan cenderung stagnan dan bahkan menurun, dan mengakibatkan ekonomi yang juga stagnan.

Kultur didapat dari karakter masyarakat. Karakter didapat dari kebiasaan masyarakat. Kebiasaan masyarakat didapat dari kebiasaan individu. Dari struktur ini terjawablah apa akar penyebab lemahnya SDM di Indonesia.

DAMAIroom, 7 Desember 2006

Bergas Bimo Branarto

Leave a Reply